Burung-burung kembali ke tempat mereka bersarang
Tapi aku tetap berdiri dibentangan pasir putih
Disaat yang lain memilih menghindarinya
Aku lebih suka menantinya
Menunggu meski belum tentu ia datang
Karena kata orang mendung belum berarti hujan
Hampir saja putus asa memukul jatuh asaku
Tapi tekadku lebih kuat dari tembok cina
Mimpiku lebih tinggi dari langit yang terlihat mata
Detik terus berlari hingga menjadi menit
Hari demi hari hati terkikis menanti kepastian semu
Semula jemu tampak setitik
Tapi kini ia menjadi bentangan pasir yang kupijak bersama penyesalan
Sesal?
Tidak, sungguh tidak
Justru aku bersyukur dan berterima kasih
Karena mereka
Telah mengajarkanku untuk setia pada satu
Bukan dua atau selebihnya
Awan masih mendung dengan ketidakpastian
Ku langkahkan kaki mundur perlahan-lahan
Mungkin akan kucari lagi mendung yang lain
Atau kembali pada awan mendung yang kutunggu selama ini
Bila ia telah menurunkan hujan dengan satu kepastian
Bukan dua atau selebihnya
Awan masih mendung dengan ketidakpastian
Ku langkahkan kaki mundur perlahan-lahan
Mungkin akan kucari lagi mendung yang lain
Atau kembali pada awan mendung yang kutunggu selama ini
Bila ia telah menurunkan hujan dengan satu kepastian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar